Rabu, 11 November 2015

MANFAAT DARI BAGIAN AKAR PEPAYA


MANFAAT DARI BAGIAN AKAR PEPAYA
Bagian dari akar dari pohon pepaya memberi manfaat yang tidak sedikit. Beberapa manfaat yang harus agan ketahui diantaranya.


Untuk obat cacing, gunakan akar pepaya kering 10 gram, bawang putih 1 gram, dan air 100 ml. Bahan dipotong-potong, kemudian dididihkan dengan air selama 15 menit, baru disaring. Bila perlu, tambahkan air matang sehingga diperoleh hasil saringan 75 ml.


1. Untuk mencegah risiko batu ginjal, ambil tiga potong akar pepaya, kemudian rebus dengan satu liter air sampai mendidih, kemudian saring. Setelah dingin, campur dengan sedikit madu (Madu jangan dicampur bila rebusan air akar belum dingin, karena akan merusak khasiat dr madu tersebut.), lalu minum.


2. Untuk sakit kandung kemih, dan digigit ular berbisa, Potong-potong 10 gram akar pepaya kering dan 1 gram bawang putih. Didihkan campuran bahan dalam air 100 ml selama ± 15 menit, lalu disaring (bila perlu tambahkan air matang sehingga diperoleh hasil saringan 75 ml, diminum tiga kali sehari masing-masing 25 ml).


3. Untuk mencegah risiko batu ginjal dan radang ginjal, Bersihkan 30 gram akar pepaya, Rebus dengan 800 cc air hingga tersisa 450 cc, kemudian saring, Setelah dingin, campur dengan sedikit madu, lalu minum (3 kali sehari masing-masing 150 cc). atau juga dengan cara Bersihkan 30 gram akar pepaya, Campurkan akar pepaya, 15 gram tanaman kumis kucing segar, dan 30 akar alang-alang. Rebus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, kemudian disaring, Minum 2 kali sehari masing-masing 200 cc.


Untuk gangguan saluran kencing, Cara mengolah : Ambil 3 potong akar pepaya, Rebus dengan 1 liter air hingga mendidih, kemudian saring, Minum ½ gelas, satu kali sehari.


4. Untuk mengobati rematik, Cara mengolah : Haluskan 30 gram akar pepaya, 20 gram daun jeruk nipis, 15 gram sambiloto segar, 20 gram daun ketepeng cina, 30 gram daun sirih segar, dan 5 buah cabai rawit. Rendam campuran dalam alkohol 75% selama 7 hari, kemudian peras dan saring. Gunakan airnya untuk menggosok dan mengurut bagian yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.


Selasa, 10 November 2015

MANFAAT DARI BAGIAN BIJI PEPAYA


MANFAAT DARI BAGIAN BIJI PEPAYA
Biji pepaya tak dapat disepelehkan manfaatnya, selain bisa dijaadikan bibit untuk ditanam lagi juga bisa dijadikan obat yang sangat berkhasiat.


1. Biji Pepaya sebagai antibakteri. Penelitian telah dilakukan dan menemukan kalau biji pepaya ternyata efektif membasmi E. coli, Salmonella, dan infeksi Staph.


2. Biji Pepaya dalam perlindungan ginjal. Penelitian telah menemukan kalau dari ekstrak biji pepaya dapat melindungi ginjal dari racun-diinduksi gagal ginjal.


3. Biji Pepaya dalam menghilangkan Parasit usus. Ada bukti bahwa biji pepaya membasmi parasit usus. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada anak-anak Nigeria dengan parasit usus, 76,7% dari anak-anak bebas parasit setelah tujuh hari pengobatan dengan biji pepaya dibandingkan dengan hanya 16,7% dari anak-anak yang menerima plasebo.


4. Biji Pepaya basmi Racun hati. Dalam pengobatan di negeri Cina diyakini kalau sesendok teh biji pepaya dapat membantu detoksifikasi hati. Biji pepaya juga sering direkomendasikan oleh para dokter secara alami dalam pengobatan pada sirosis hati.


5. Biji Pepaya atasi cacingan. Penyakit memalukan ini juga sangat baik dibasmi dengan biji pepaya, bahkan sangat ampuh katanya.


Senin, 09 November 2015

BAGIAN TANAMAN PEPAYA YANG BERMANFAAT


BAGIAN TANAMAN PEPAYA YANG BERMANFAAT
Dalam 100 gram pepaya, terkandung 78 miligram vitamin C. Sedangkan vitamin C yang dikandung oleh jeruk per 100 gram, hanya 49 miligram. Jadi, pepaya mengandung vitamin C yang lebih banyak. Satu-satunya buah yang mampu mengalahkan pepaya dalam hal kandungan vitamin C-nya, hanyalah jambu biji, yang mengandung vitamin C sebanyak 87 miligram per 100 gram.

Pepaya mengandung nutrisi yang amat berlimpah dan amat baik dikonsumsi anak-anak hingga lansia (lanjut usia), untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, buah yang diduga berasal dari Kostarika dan Meksiko ini, bisa diperoleh di mana saja dan kapan saja, karena buah ini tidak mengenal musim, sehingga bisa terus tumbuh sepanjang masa.

Seluruh bagian pepaya, mulai dari akar sampai dengan ujung daunnya termasuk bunga dan buahnya, mempunyai nilai medis yang tinggi. Bunga pepaya yang telah dimasak dan dimaniskan dengan gula, bisa digunakan untuk mengobati penyakit kuning dan bronchitis. Kulit batang pohon pepaya, bisa digunakan sebagai obat sakit gigi. Akar dan getah pepaya memiliki khasiat yang luar biasa. Keduanya mengandung zat aktif non-gizi, yaitu karpain, karposit, kautsyuk, dan papayotin, yang bisa berfungsi sebagai antibiotik. Akar pepaya juga bisa dibuat teh untuk menghilangkan parasit-parasit usus, mengobati penyakit kuning dan penyakit ginjal, dan menghentikan perdarahan.

Pepaya mengandung serat pektin. Serat yang satu ini, memiliki kemampuan yang sangat hebat, yaitu mampu menghilangkan rasa lapar satu hari penuh. Berdasarkan hasil sebuah penelitian yang dimuat di Journal of The American College of Nutrition, orang yang mengonsumsi buah yang mengandung pektin, memiliki rasa kenyang empat jam lebih lama daripada orang yang juga mengonsumsi buah, tapi tidak mengandung pektin. Pektin ini, terdapat di antara kulit dan daging buah. Oleh karena itu, jika mengupas buah, tidak boleh terlalu tebal, agar pektin tidak terbuang dengan percuma. Selain itu, serat yang dikandung oleh pepaya, sangat halus. Hal tersebut, menjadikan buah ini sangat cocok dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia.

Buah yang memiliki nama Latin Carica papaya L. ini, juga mengandung zat papain. Keistimewaan zat ini adalah mampu membantu tubuh kita untuk mencerna makanan yang memiliki ukuran 35 kali lipat lebih besar dari ukuran pepaya yang kita konsumsi. Zat ini, tersebar di seluruh bagian buah dari kulit sampai dengan biji, sehingga tidak mengherankan bila sejumlah ahli gizi sering memberi anjuran kepada orang-orang yang memiliki masalah dengan pencernaannya, untuk rajin mengonsumsi pepaya lengkap dengan bijinya. Di Cina, biji pepaya sudah lazim dikonsumsi oleh masyarakat pribumi dengan cara dikeringkan, kemudian diramu menjadi minuman teh. Dengan demikian, rasa pahit yang dikeluarkan oleh biji, akan lenyap sama sekali.

Mengonsumsi buah pepaya secara teratur, dapat menghindarkan kita dari risiko terserang penyakit kanker kandung kemih, kanker kolon, kanker pankreas, dan kanker paru-paru. Selain itu, mengonsumsi pepaya secara teratur juga membuat lendir usus yang secara negatif mempengaruhi sistem pencernaan kita bisa dikurangi, bahkan parasit-parasit usus bisa dicerna.

Pepaya memang baik untuk dikonsumsi demi menjaga kesehatan tubuh kita, tapi wanita yang sedang hamil, dilarang mengonsumsi buah pepaya terutama pepaya yang masih muda atau mentah atau mengkal dan juga kulit; daun; biji (segar/kering); dan getahnya, karena bagian-bagian buah tersebut, memiliki efek untuk menggugurkan kandungan. Jika tidak memungkinkan dikarenakan berbagai alasan, wanita yang sedang hamil tetap “diperbolehkan” untuk mengonsumsi buah pepaya, itupun yang telah benar-benar masak dan dengan kuantitas yang sedang. Dalam hal ini, dosis memainkan peran yang amat penting, karena wanita-wanita yang mengonsumsi pepaya dalam jumlah yang banyak dan dalam rentang waktu yang sangat lama, bisa menjadi mandul untuk selamanya.

Sejumlah peneliti di University of Sussex di Inggris menyebutkan, “Jika wanita yang sedang hamil mengonsumsi satu pepaya per hari, mungkin dia akan mengalami keguguran dalam waktu seminggu. Buah ini, hanya perlu dimakan dua atau tiga hari untuk merasakan fungsinya sebagai pengendali kelahiran. Aborsi dijamin akan terjadi, hanya dengan memakan buah pepaya yang belum masak.”

Oleh sebab itulah, di berbagai negara seperti di Papua Nugini dan Peru, buah pepaya sering digunakan sebagai alat kontrasepsi (pengendali kelahiran).

Senin, 02 November 2015

CARA ALAMI USIR HAMA PENGEREK BUAH TANAMAN KOPI



CARA ALAMI USIR HAMA PENGEREK BUAH TANAMAN KOPI
Kopi menjadi salah satu komoditi unggulan penghasil devisa negara. Bahkan Indonesia menjadi produsen kopi nomor tiga dunia, setelah Brasil dan Vietnam. Di tengah kebanggaan sebagai penghasil kopi dunia, ternyata banyak petani di Indonesia menemui kendala dalam budidaya.

Salah satu kendala tersebut adalah adanya serangan penggerek buah kopi (PBKo) Hypothenemus hampei Ferr. Di Bali pada akhir tahun 2010 sempat terjadi serangan hama ini yang merusak tanaman kopi hingga 116,8 hektar (ha).

Karena itu kondisi ini harus segera mendapat perhatian dan tindak lanjut. Jika tidak, maka perkembangan hama dari tahun ke tahun makin menjalar ke seluruh sentra produksi kopi di Indonesia. Apalagi dengan adanya perubahan iklim global membuat perkembangan hama tersebut terus meningkat.

Ternyata bukan hanya Indonesia yang mengalami serangan hama tersebut. Hampir sebagian produsen kopi dunia menghadapi persoalan yang sama. Hama penggerek buah kopi menyebabkan kerugian ekonomi dan mempengaruhi ekonomi lebih dari 20 juta keluarga pedesaan di dunia.

Serangan H. hampei adalah salah satu masalah terbesar produksi kopi global. Kerugian yang dialami cukup besar. Hasil panen yang hilang bisa yang berkisar dari 5-24%. Dalam kasus-kasus ekstrim dilaporkan kehilangan hasil sampai 50%.

Kenali si Kumbang Kecil

H. hampei (PBKo) merupakan kumbang kecil yang termasuk pada ordo Coleoptera famili scotylidae. Serangga ini memiliki kemampuan bertelur 54 butir. Umur telurnya adalah 5-9 hari. Umur larva (2 instar pada jantan dan 3 instar pada betina) 10-26 hari, umur prapupa 2 hari, umur pupa 4-9 hari.

Serangga dewasa betina berukuran 2 mm dan jantan 1,3 mm. Usia kumbang jantan maksimum 103 hari. Sedangkan betina kurang lebih 156 hari, maksimum 282 hari. Serangga berwarna hitam kecoklatan, jantan tidak bisa terbang. Sedangkan betina terbang jam 16.00-18.00 dengan kemampuan terbang sejauh 350 meter. Dalam satu daur hidup membutuhkan 25-35 hari.

Gejala serangan PBKo pada buah muda ditandai dengan adanya lubang pada bagian belakang buah yang menyebabkan buah tidak berkembang, busuk dan gugur. Serangan pada buah muda ini dapat mencapai 7-14%. Biasanya serangga betina lebih menyukai meletakkan telur pada buah cukup tua (mengkal), sehingga PBKo berkembang sampai buah dipanen atau gugur. Jika buah tidak gugur, maka kualitas biji yang dapat dipanen akan rendah dikarenakan biji berlubang.

Kombinasi Sere Wangi dan Saliara

Salah satu teknologi yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama penggerek buah kopi adalah dengan melakukan pengendalian PBKo dengan pemanfaatan pestisida nabati. Pestisida nabati yang dapat dimanfaatkan antara lain adalah kombinasi/campuran sere wangi dan saliara.

Sere wangi merupakan jenis rumput-rumputan dengan tinggi tanaman sekisar 50-100 cm. Daun tunggal berjumbai, panjang sekitar 1 meter, lebar 1,5 cm. Tapi kasar dan tajam, tulang daun sejajar, permukaan atas dan bawah berambut serta berwarna hijau.

Batang tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek, dan berwarna putih. Akar serabut dan perbanyakan dengan pemisahan tunas atau anakan. Bunga majemuk, bentuk malai, karangan bunga berseludang, terletak dalam satu tangkai, bulir kecil, benang sari berlepasan, kepala putik muncul dari sisi, putih. Buah seperti buah padi, bulat panjang, pipih, putih kekuningan. Bijinya bulat panjang, berwarna coklat.

Kandungan kimia tanaman sere wangi lebih banyak ditemukan pada batang dan daun. Dengan cara, batang dan daun dihaluskan, lalu dicampur dengan pelarut akan dihasilkan minyak atsiri yang mengandung senyawa sitral, sitronela, geraniol, mirsena, nerol, farsenol methil heptenon, dan dipentena.

Salah satu senyawa kimia sere wangi yang dapat membunuh serangga adalah sitronela. Sitronela mempunyai sifat racun (desiscant). Menurut cara kerjanya racun ini seperti racun kontak yang dapat memberikan kematian karena kehilangan cairan secara terus-menerus sehingga tubuh serangga kekurangan cairan. Secara umum kandungan kimia sere wangi bersifat penolak/repellent terhadap serangga hama.
Sedangkan saliara (Lantana camara Linn.), merupakan tanaman perdu dengan tinggi 0,5-1,5 meter. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan dan tumbuh baik di daerah tropis. Tanaman ini tumbuh tersebar di daerah tropis hampir seluruh benua. Dapat tumbuh hingga ketinggian 1.700 meter dpl.

Merupakan tanaman tahunan dengan ciri-ciri, kulit batang berwarna coklat dengan permukaan kasar. Daun berwarna hijau berbentuk oval dengan pinggir daun bergerigi. Permukaan daun kasar karena terdapat bulu. Kedudukan daun berhadapan dan tulang daun menyirip.

Memiliki bunga yang bersifat rasemos dan memiliki warna beraneka ragam, putih, merah muda, jingga, kuning. L. camara Linn. memiliki buah seperti buah buni. Bewarna hijau dan bila telah matang berwarna hitam. Tanaman ini dapat dikembangbiakkan melalui biji dan stek.

Berdasarkan hasil penelitian dari ekstrak daun dan bunga didapatkan senyawa-senyawa yang berfungsi sebagai insektisidal, fungisidal, nematisidal, dan anti mikrobakterial. Senyawa-senyawa tersebut antara lain adalah Humule (minyak asiri), Lantadene A, Lantadene B, Lantanolic acid, Lantic acid, b-coryophylle, g-terpidene, a-pinene, dan r-cynaene.

Senyawa triterpenoid dari tanaman ini mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus yang merupakan bakteri patogen pada penyakit saluran pernafasan. Selain itu kandungan kimia tanaman saliara juga dapat dimanfaatkan sebagai penolak/repellent serangga hama.
sc:
tabloidsinartani.com
Achmad Sarjana dan Wahyu Widiyasmoro/Yul

Minggu, 01 November 2015

MENGENAL TANAMAN SALIARA (Lantana camara LINN)

MENGENAL TANAMAN SALIARA
Botani
Sinonim : Lantana aculeata L..



Klasifikasi
Kingdom:Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Lamiales
Famili: Verbenaceae 
Genus: Lantana
Spesies: Lantana camara LINN



Nama
Umum/Dagang : kembang telek, tembelekan.
Sunda : saliara


Deskripsi
Herba batang berbulu dan berduri serta berukuran lebih kurang 2 m. Daunnya kasar, beraroma dan berukuran panjang beberapa sentimeter dengan bagian tepi daun yang bergerigi. Bercabang banyak, ranting bentuk segi empat, ada varietas berduri dan ada varietas yang tidak berduri. Daun tunggal, duduk berhadapan bentuk bulat telur ujung meruncing pinggir bergerigi tulang daun menyirip, permukaan atas berambut banyak terasa kasar dengan perabaan permukaan bawah berambut jarang. Bunga dalam rangkaian yang bersifat rasemos mempunyai warna putih, merah muda, jingga kuning, dsb. Buah seperti buah buni berwarna hitam mengkilap bila sudah matang.

Distribusi/Penyebaran : Tumbuhan yang berasal dari Amerika tropis ini bisa ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1.700 m dpl.

Habitat : Ditemukan pada tempat-tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau agak ternaung.Terdapat sampai 1.700 m dpl., di tempat panas, banyak dipakai sebagai tanaman pagar.

Perbanyakan : Dengan cara generatif melalui biji atau stek batang.


Manfaat tumbuhan : Daun dan bunga berpotensi untuk dijadikan sebagai insektisida nabati karena mengandung lantadene A, lantadene B, lantanolic acid, lantic acid, humule (mengandung minyak asiri), b- caryophyllene, g-terpidene, a -pinene dan r-cymene.

Manfaat tumbuhan : Dalam keadaan darurat buah lantana camara yang telah masak dan berwarna hitam dapat dijadikan makanan, berasa manis dan sangat nikmat untuk makanan sambil jalan.

MENGENAL MANFAAT TANAMAN SEREH WANGI

MENGENAL MANFAAT TANAMAN SEREH WANGI


Sereh ada dua macam, satu Sereh biasa untuk menyayur dan yang kedua sereh wangi yang sangat berguna untuk kesehatan. 

Sereh wangi bisa dijadikan minyak urut. Untuk tanaman sereh wangi(Cymbopogon nardus L.,) dalam dunia perdagangan dikenal dua tipe minyak sereh wangi, yaitu tipe Ceylon dan tipe Jawa (Indonesia). 

Tipe Ceylon kebanyakan diproduksi di Srilanka, sedangkan tipe Jawa diproduksi selain di jawa juga dibeberapa negara lain seperti Cina, Honduras dan Guatemala. Mutu Minyak sereh wangi tipe Ceylon tidak dapat menyaingi mutu tipe Jawa. 

Daerah penanaman dan produksi minyak sereh wangi di Indonesia terutama di Jawa, khususnya di Jabar dan Jateng. Menurut data Stastistik, daerah yang mengembangkan sereh wangi hanya di Riau, Jabar, Jateng, Kalbar dan Sulsel. Pangsa produksi minyak sereh wangi Jabar & Jateng mencapai 95 % dari total produksi Indonesia.

 Daerah sentra produksi di Jawa Barat adalah : Pandeglang, Bandung, Sumedang, Ciamis, Cianjur, Lebak, Garut dan Tasikmalaya. Untuk wilayah di Jawa Tengah adalah Cilacap dan Pemalang. (Berbagai media terkait, Litbang Kementan, data diolah F. Hero K. Purba)

Komoditi untuk Minyak atsiri sereh wangi merupakan bahan alami yang mudah terurai sehingga aman terhadap lingkungan dan produk pertanian. Selain itu mudah didapatkan di pasar karena banyak usaha rumah tangga yang bergerak dalam bidang produksi minyak atsiri sereh wangi, memiliki harga yang relatif lebih murah dibanding dengan bahan pestisida sintetik, serta mudah dalam pengaplikasian sehingga dapat dilakukan oleh setiap orang.

Sebagai pengendali hama, minyak atsiri sereh wangi bekerja sebagai bahan penolak. Mekanismenya adalah mengacaukan aroma penarik yang dikeluarkan tanaman inang sehingga pergerakan hama menuju tanaman inang tersebut dapat dialihkan. 

Minyak ini juga sebagai bahan penghambat makan dimana minyak atsiri sereh wangi yang diaplikasikan pada tanaman inang mampu menekan peran bahan perangsang makan yang dihasilkan tanaman tersebut dan menimbulkan ketidaksukaan sehingga konsumsi hama pada tanaman inang menjadi jauh berkurang. Akibatnya pertumbuhan hama dan perkembangan populasi menjadi terhambat.

Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati menghasilkan 40 jenis dari 80 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan dipasar dunia. Dari jumlah tersebut, 13 jenis telah memasuki pasar atsiri dunia, yaitu nilam, serai wangi, cengkih, jahe, pala, lada, kayu manis, cendana, melati, akar wangi, kenanga, kayu putih, dan kemukus. 

Di Indonesia secara umum tanaman sereh dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu: sereh Lemon atau sereh bumbu (Cymbopogon citratus) dan sereh Wangi atau sereh sitronella (Cymbopogon nardus). 

Umumnya kita tidak membedakan nama sereh wangi dan sereh Lemon, meskipun kedua jenis ini mudah dibedakan. Sereh Wangi di Indonesia ada 2 jenis yaitu jenis mahapengiri dan jenis lenabatu. Maha pengiri dapat dikenal dari bentuk daunnya lebih pendek dan lebih luas daripada daun lenabatu. Dengan destilasi jenis ini memberikan hasil minyak yang lebih tinggi dari pada lenabatu, juga kwalitasnya lebih baik, artinya kandungan geraniol dan sitronellelal lebih tinggi dari pada lenabatu. Demikian pula, mahapengiri memerlukan tanah yang lebih subur, hujan yang lebih banyak, pemeliharaan yang lebih baik dari pada lenabatu. 

Untuk Pertama kali di Eropa mengenai minyak sereh ditulis oleh Nicolaus Grimm, yaitu seorang tabib tentara yang belajar obat-obatan di Colombo pada akhir abad 17. Grimm menamakan rumput yang menghasilkan minyak tersebut Arundo Indica Odorata. 

Pengiriman dari “Olium Siree” yang pertama sampai di Eropa adalah pada awal abad 18, pada waktu itu minyak tersebut kelihatannya hanya sedikit diekspor. 

Berdasarkan data untuk perkiraan pemakaian dunia pada tahun 2010 lebih dari 2000 ton / tahun. Indonesia adalah produsen ketiga dunia setelah Cina dan Vietnam. 

Beberapa negara yang selalu aktif membeli sereh wangi Indonesia antara lain adalah Singapura, Jepang, AS, Australia, Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, India, dan Taiwan. Dengan pembeli utama adalah AS, Perancis, Italia, Singapura dan Taiwan. Volume ekspor minyak sereh wangi relatif kecil, yakni sebesar 115,67 ton dengan nilai US$ 701,0 pada tahun 2004. 

Adapun Minyak sereh dengan wangi grassy-citrus yang hangat dikenal sebagai deodorant alami. Kehangatan dan kesegarannya mempunyai manfaat aromaterapi. Minyak sereh juga bersifat anti serangga dan mampu mengurangi gatal pada kulit. Potensi pemanfaatan pengolahan atsiri sereh wangi yang sangat potensial dalam pengembangan pasar lokal dan ekspor. 

TANAMAN UMBI YANG KURANG DIMANFAATKAN



Terdapat aneka tanaman umbi yang mulai kurang dimanfaatkan sebagai pengganti beras dan gandum karena alasan kandungan karbohidratnya. Namun umbi-umbian tersebut memiliki aneka manfaat termasuk untuk kesehatan dan kecantikan.

Aneka tanaman umbi yang kurang dimanfaatkan sebagai pengganti beras dan gandum itu hampir langka dan dikhawatirkan akan punah. Padahal, di masa depan, bukan tidak mungkin aneka tanaman tersebut akan disukai sebagai tanaman pangan alternatif atau sebagai tanaman obat. Oleh karena itu pelestarian tanaman umbi kurang dimanfaatkan harus diupayakan, sehingga ketika dibutuhkan sumberdaya genetiknya tetap eksis dan tidak punah.

Talas/Taro (Colocasia sp)

Kandungan: karbohidrat tinggi (pati umbi talas terdiri dari 17-28% amilosa, yang 72-83% sisanya adalah amilopektin), protein dan vitamin A, C, B1, lemak, kalsium, fosfor, dan zat besi.

Manfaat: dimasak umbi talas, helai daun dan tangkai daun yang dimakan. Bubur talas dapat membantu pencernaan sehingga dapat dikonsumsi sebagai makanan bayi dengan tingkat rendah alergi.

Garut/Arrowroot (Maranta arundinacea)

Kandungan: kualitas pati (dalam farmasi, pati ini sering digunakan untuk pembuatan pelumas).

Manfaat: umbi dapat digunakan sebagai bahan kosmetik, perekat dan pembuat minuman beralkohol. Cairan ekstrak umbi dapat digunakan untuk menangkal panah racun, sengatan lebah, dan luka-luka lainnya. Pabrik ini juga dapat digunakan sebagai tanaman hias.

Ubi Kelapa/Purple Yam/White Yam (Dioscorea alata)

Kandungan: pati, lemak dan protein.

Manfaat: sumber karbohidrat dapat tumbuh di tanah miskin hara.

Gadung Bitter Yam (Dioscorea hispida Dennst)

Kandungan: pati, lemak dan protein.

Manfaat: sumber karbohidrat dapat tumbuh di tanah miskin hara.

Ganyong/Canna (Canna edulis)

Kandungan: pati, lemak dan protein.

Manfaat: sumber karbohidrat dapat tumbuh di tanah miskin hara.

Suweg/Elephant Foot Yam (Amorphophalus campanulatus)

Kandungan: karbohidrat = 80-85%, serat makanan = 13,71%, protein = 7,20%, lemak = 0,28%, vitamin A dan B. Setiap 100 gram kaki gajah ubi berisi 62 mg kalsium, 4,2 g besi, 0,07 mg tiamin, dan 5 mg asam askorbat.

Manfaat: anti bakteri, anti jamur dan sitotosik. Tanaman ini dapat menurunkan kadar gula darah karena indeks glikemik rendah dan dapat memulihkan luka akibat gigitan binatang berbisa. Kulit dapat digunakan sebagai sumber untuk pembuatan obat kosmetik dan juga berguna untuk menghaluskan kulit.

Ubi Gembili/Lasser Yam (Discorea esculanta)

Kandungan: pati, lemak, protein, inulin adalah jenis karbohidrat yang berfungsi sebagai prebiotik. Dari hasil penelitian, ubi yang rendah mengandung fitokimia seperti saponin, b-sistosterol, stigmasterol, glikosida, lemak pati dan diosgenin.

Manfaat: dimasak atau umbi panggang manis dan lezat. Umbi juga dapat diekstraksi menjadi tepung; serat halus dan mudah dicerna sehingga digunakan dalam menu pasien dengan penyakit gastrointestinal. Parutan kasar umbi digunakan untuk obat bengkak, terutama di kerongkongan dan juga dapat menjadi sumber untuk penemuan gen anti inflamasi.

Kentang Hitam/Coleus tuberosus

Kandungan: umbi mengandung sampai 20% karbohidrat (terutama pati) protein 2%, air, lemak, kalsium, fosfor, besi, tiamin dan vitamin C.

Manfaat: antioksidan dan anti proliferasi (perbanyakan sel antikanker) juga sebagai tanaman hias. Badan Litbang Pertanian/Badan Ketahanan Pangan/Edi Suntoro/Som
sc : Tabloid Sinar Tani